JUBILEUM 150 TAHUN HKBP

JUBILEUM 150 TAHUN HKBP

11 April 2009

PASKAH 2009 (III)


PASKAH SUBUH (BUHA-BUHA IJUK)

 

Ada tradisi di orang Batak (gak hanya HKBP)…ke kuburan subuh-subuh di Minggu Paskah. Kalau ditanya, alasan nya singkat “untuk mengenangkan Kebangkitan Yesus. Kalo di program Huria sering dibuat “Mar-Buha-Buha Ijuk”.

Apa sih Buha-Buha Ijuk? Trus…sudah baik atau tepat-kah merayakan Paskah subuh-subuh di Kuburan?

Buha-Buha ijuk adalah salah satu nama jam dalam tradisi batak yang artinya pukul 4 pagi. Kalo pukul 1 pagi namanya “Haroro Ni Panangko”, kalo jam 2 pagi namanya “Martahuak Manuk I”, kalo jam 3 pagi namanya “Martahuak Manuk II”, pukul 5 pagi namanya “torang Ari” nah…kalo pukul 4 pagi namanya “Buha-Buha Ijuk”.

 

So…kalo demikian kegiatan yang dilaksanakan diatas ato dibawah jam 4 pagi berarti nggak Buha-Buha Ijuk…dong!

Okelah…kita kembali ke masalah Paskah Subuh.

Sebenarnya Paskah Subuh ini adalah tradisi Purba yang disebut dengan “Easter Vigil”.

Saya sendiripun  sewaktu kecil sampai menanjak dewasa beberapa kali mengikuti Paskah Subuh yang dilaksanakan di Kuburan. Beberapa kali di pekuburan Kristen dekat rumah di daerah Helvetia di Medan dan juga beberapa kali di Pekuburan Kristen di mana ompung bao (orang tua mama) di kuburkan disitu,  di Tebing Tinggi. Biasanya Sabtu sore kami semua pomparannya sudah tiba di rumah peninggalan ompung dari berbagai penjuru untuk merayakan Paskah bersama.

 

Tetapi semakin saya dewasa dan makin memahami Alkitab, saya fikir merayakan Paskah di Kuburan tidaklah lagi tepat. Di gereja kami sendiri HKBP Sipirok pada tahun 2007 pernah kami usulkan (dari Parhalado) agar tradisi ini dilaksanakan di Gereja saja, tapi masih ada yang menentang dengan alasan sudah tradisi bahkan ada komentar yang mengatakan : “ala na so adong do na mate muna di si”. Akhirnya kami ambil kebijaksanaan melaksanakan Buha-Buha Ijuk di Udean (Kuburan) pukul 4 pagi dan di Gereja pukul 5.30 pagi dan untuk itu Parhalado di bagi 2 tugasnya : sebagian manghobasi di Udean sebagian lagi di Gereja. Dan program ini berlangsung sampai sekarang demi menjaga kondusifitas dan kedamaian serta persatuan warga jemaat, apalagi jemaat kami kecil hanya 60-an KK dibandingkan GKPA Sipirok yang ratusan KK tapi tidak lagi mar-Buha-Buha Ijuk di Kuburan.

Sebenarnya kadang-kadang saya sendiri pun jengkel, yang paling menolak ide Kebaktian Subuh di Gereja justru tidak pernah hadir sama sekali di Kebaktian Paskah di Kuburan. Padahal…apalagi situasi cuaca saat ini yang cenderung hujan terus menerus, harus kami hobasi juga Paskah di Kuburan. Biarpun basah kuyup, asal jangan parhalado yang jadi “si surang”. He…he…he…Biasalah…kalo di Gereja-gereja yang sudah berumur masih ada “pengaruh” orang-orang lama yang sering mereka sebut dirinya “si suan bulu”.

 

Bukankah sudah jelas tertulis di Lukas 24 :5-6 :

24:5 Mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala, tetapi kedua orang itu berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati?

24:6 Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea

 

Oleh karena itu…mengapa kita harus merayakan Paskah di Kuburan ? Khan lebih baik dan lebih Teologis kalo kita adakan di Gereja mulai pukul 4 pagi disii dengan Kebaktian Paskah dan kegiatan lainnya. Sudah 2 tahun ini kegiatan Paskah subuh yang kami laksanakan di Gereja sesudah dari Kuburan selalu ramai (biasanya yang mengikuti di gereja kebanyakan jemaat yang rata-rata orang perantau ke Sipirok atau orang sini bilang “halak na ro”…he…he…he….) karena sesudah kebaktian diisi dengan kegiatan mencari telur paskah dan permainan yang khusus untuk anak Sekolah Minggu. Walaupun sebenarnya sesuai dengan jam Batak, kalo mulai pukul 5.30 itu bukan lagi Buha-Buha Ijuk namanya dan tidak lagi subuh tetapi sudaj mulai menjelang matahari terbit. Hanya saja di luar gereja masih lumayan gelap.

 

SELAMAT MERAYAKAN PASKAH

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

FILM "THE PASSION OF THE CHRIST"

Loading...