JUBILEUM 150 TAHUN HKBP

JUBILEUM 150 TAHUN HKBP

08 Mei 2009

FLU BABI


WHO Tidak Gunakan Istilah "Flu Babi"

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Kamis, mengumumkan badan dunia itu takkan lagi menggunakan istilah "flu babi" (swine flu) dalam merujuk wabah saat ini, dan memilih untuk menyebut virus influensa baru tersebut sebagai "influensa A (H1N1)".

"Mulai hari ini (30 April), WHO akan menyebut virus influensa baru tersebut sebagai influensa A (H1N1)," kata lembaga PBB itu dalam pemberitahuan singkat yang disiarkan oleh jaringan internetnya, demikian dikutip dari Xinhua-OANA.

WHO telah berulang-ulang menegaskan bahwa orang tak dapat terinfeksi oleh virus baru ini melalui konsumsi daging babi yang dimasak dengan baik atau terpajan pada babi.

"Bahkan sekalipun virus tersebut berasal dari babi, kami tak percaya bahwa orang akan terinfeksi oleh babi," kata Asisten Direktur Jenderal WHO, Keiji Fukuda, yang bertugas pada lingkungan hidup dan keamanan kesehatan. 

"Ini benar-benar merupakan virus yang menular dari manusia ke manusia. Oleh karena itu, kami kira dengan tindakan penanganan makanan, memakan daging babi tak menimbulkan bahaya buat manusia," kata Fukuda kepada wartawan.

Sebelumnya dari Washington diberitakan para pejabat AS menyampaikan argumentasi bagi perubahan nama flu babi.

Dalam suatu taklimat, Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Janet Napolitano dan Menteri Pertanian Tom Vilsack dengan berat hati berulang-kali menyebut flu itu sebagai "virus H1N1".

"Ini bukan penyakit yang ditularkan oleh makanan, tapi virus. Tidak tepat merujuknya sebagai flu babi karena sungguh bukan itu masalahnya," kata Vilsack.

Israel sudah lebih dulu menolak nama flu babi dan memilih menyebutnya "flu Meksiko". Hukum mengenai makanan dalam agama Yahudi melarang pemeluknya makan daging babi.

WHO, yang berpusat di Paris, juga diberitakan sudah menyampaikan keberatan dengan nama tersebut, dan mengatakan virus itu berisi unsur virus unggas dan manusia dan sejauh ini "tak ada babi" yang ditemukan menderita penyakit tersebut.

Selain itu, ada perasaan yang berkembang di sektor pertanian untuk menyebutnya virus Amerika Utara, meskipun ahli penyakit Anthony Fauci mengatakan dalam dengar pendapat di Senat bahwa rancangan "flu babi" mencerminkan protokol penamaan ilmiah.

Bagi produsen daging babi di AS, nama flu babi telah merugikan, sehingga para pejabat pemerintah mengambil sikap dengan menegaskan bahwa daging babi Amerika aman dimakan dan negara lain tak perlu melarang impor.

Harga daging babi, kedelai dan jagung telah anjlok dalam beberapa hari belakangan, "dan jika ini berlanjut, tentu saja ada potensi besar. Itu sebabnya mengapa penting untuk meluruskan ini", kata Vilsack.

Di "Centers for Disease Control and Prevention (CDC)" juga ada pembicaraan untuk melucuti kata "babi" dari nama flu babi, yang dikatakan penjabat Direktur CDC Richard Besser mengarah kepada "salah penafsiran bahwa orang dapat terserang penyakit tersebut dari babi".

"Itu tak menguntungkan bagi produsen daging babi. Itu tak membantu bagi orang yang makan daging babi. Itu tak membantu bagi orang yang bertanya-tanya bagaimana mereka dapat terinfeksi ini," kata Besser pada suatu taklimat.

(dikutip dari "antaranews    antara.co.id 01/05/09)

06 Mei 2009

Jangan salah tulis ayat

JANGAN SALAH TULIS AYAT

Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.        (Mazmur 119 : 105)

 

Si Tiur dikirimin undangan dari temannya satu kuliah dulu di Medan yang hendak menikah. Dia adalah teman baik si calon pengantin wanita yang mengirimkan undangan tersebut. Dengan penuh sukacita, si Tiur pun hendak menunjukkan kegembiraan dan kebahagiannya atas pernikahan itu, tapi…dia ini orangnya rada pelit dan super hemat. Nanti klo aku kirimin amplop berisi uang takut gak nyampe…klo aku kirimin kado, takut kadonya berantakan terbanting ato terjatuh waktu pengirimannya, demikian batinnya (tapi memang sebenarnya dasar pelit, he…he…)

Akhirnya si Tiur memutuskan mengirim telegram, yang isinya sebuah ayat Alkitab. Dia mengambil ayat 1 Yohanes 4 : 18, yang isinya berbunyi : “DI DALAM KASIH TIDAK ADA KETAKUTAN”.

 

Namun sungguh tidak beruntungnya si Tiur. Operator lupa menuliskan angka 1 di depan kata Yohannes. Tibalah saat untuk resepsi pernikahan. Pembawa acara membacakan ucapan-ucapan selamat yang disampaikan, baik berupa bunga papan, surat, maupun telegram.

 

Setiap undangan yang hadir dalam resepsi pernikahan itu sangat terkejut saat pembawa acara membacakan ayat Yohannes 4 : 18 yang berbunyi : “SEBAB ENGKAU SUDAH MEMPUNYAI LIMA SUAMI DAN YANG ADA SEKARANG PADAMU, BUKANLAH SUAMIMU. DALAM HAL INI ENGKAU BERKATA BENAR”

05 Mei 2009

Sermon Distrik


HKBP DISTRIK I TAPSEL-SUMBAR MELAKSANAKAN SERMON DISTRIK (REGIONAL TAPSEL) SEKALIGUS MENERIMA KUNJUNGAN TIM KOMITE HIV/AIDS HKBP

Pada Hari Senin, 4 Mei 2008 HKBP Distrik I Tapsel-Sumbar melaksanakan Sermon Distrik (Regional Tapsel) untuk Bulan Mei 2009 bertempat di HKBP Sipirok, Jl. Rumah Sakit-Kecamatan Sipirok. Sermon Distrik dimulai pukul 10.00 WIB, dipimpin oleh Phraeses HKBP Distrik I Tapsel - Sumbar, Pdt. M.P Sinaga, MTh. Sermon Distrik dihadiri oleh seluruh Pelayan Full Timer Regional Tapsel dan uluan (pimpinan) seluruh Huria yang ada di HKBP Ressort Sipirok. Pemakalah adalah Diak. Rostauli Sihombing (Diakones HKBP Habinsaran-Padangsidimpuan) untuk Khotbah Minggu Kantate 10 Mei 2009, CPdt. Maruasas Nainggolan, STh (diwakilkan kepada Pdt. Anthony Sitompul, STh-Pendeta HKBP Ressort Batangtoru) untuk Khotbah Minggu Rogate 17 Mei 2009, Pdt. Marudut Hutabarat, STh (Pendeta HKBP Ress. Simangambat) untuk Khotbah Minggu Pesta Parningotan Hananaek ni Tuhan Jesus 21 Mei 2009, Pdt. Rudolf E.M Sitorus, STh (Pendeta HKBP Ress. Tanjung Medan) untuk Khotbah Minggu Exaudi 24 Mei 2009 dan Pdt. Pinta Uli Lubis, STh M.Si (Uluan HKBP Aek Hahombu-Ress.Tanjung Medan) untuk Khotbah Minggu Pesta Parjolo Parningotan Ni Hasasaor Ni Tondi Parbadia (Pentakoste I) 31 Mei 2009. Sebagai moderator adalah Pdt. Leritio Ariati Panjaitan, STh-Pendeta HKBP Ressort Sipirok. 

Sermon Distrik juga dihadiri oleh Tim Komite HIV/AIDS HKBP dari Balige yang telah tiba sejak pagi di Rumah Dinas Pendeta HKBP Ressort Sipirok. Setelah Sermon Distrik, pada pukul 13.30 WIB dilanjutkan dengan jamuan makan siang bersama yang telah disiapkan oleh para anggota jemaat HKBP Sipirok. Kemudian dilanjutkan dengan ceramah dan penyuluhan mengenai HIV/AIDS kepada peserta Sermon Distrik oleh Tim Komite HIV/AIDS HKBP yang datang dari Balige. Sesi ini juga berjalan dengan alot, gembira dan penuh antusias dari para peserta Sermon Distrik dikarenakan pemaparan dari Tim Komite HIV/AIDS HKBP penuh semangat dan menarik. Di akhir acara Phraeses HKBP Distrik I, Bapak Pdt. Marolop Sinaga, MTh berjanji akan sesegera mungkin (paling lambat bulan depan) akan membentuk dan melantik Komite HIV/AIDS HKBP Distrik I, sesuai dengan amanah Kegiatan Tahun Diakonia HKBP 2009, dan untuk itu dimohon bantuan ide dan pemikiran dari Komite HIV/AIDS HKBP-Balige, juga agar dapat menghadiri Pelantikan itu nantinya.

Acara ditutup dengan Doa oleh Pdt. Elvis Simanjuntak, STh (Pendeta HKBP Ressort Immanuel-Padangsidimpuan) dilanjutkan dengan acara ucapan terima kasih dan menyalami seluruh peserta dari HKBP Ress.Sipirok dan para jemaat yang telah ikut mempersiapkan Sermon Distrik berjalan dengan baik. Peserta Sermon Distrik pun kembali ke tempat pelayanan masing-masing demikian juga Tim Komite HIV/AIDS HKBP - Balige melanjutkan perjalanan ke Kota Padangsidimpuan, karena akan memberikan ceramah/penyuluhan kepada para Naposobulung HKBP yang ada di Kota Padangsidimpuan, pada pukul 19.00 WIB bertempat di HKBP Immanuel-Padangsidimpuan.  Sermon Distrik selanjutnya di Bulan Juni 2009 bertempat di HKBP Immanuel-Padangsidimpuan. Kiranya Tuhan senantiasa memberkati pekerjaan para pelayannya di HKBP Distrik I Tapsel-Sumbar.