JUBILEUM 150 TAHUN HKBP

JUBILEUM 150 TAHUN HKBP
Tampilkan postingan dengan label DUNIASIANA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DUNIASIANA. Tampilkan semua postingan

11 April 2010

BENNY HINN : SANG TELEVANGELIS KONTROVERSIAL


Toufik Benedictus Hinn, demikian nama asli dari Benny Hinn yang lahir 3 Desember 1952 di Jaffa, Israel. Ia berasal dari keluarga Yunani-Armenian dan dibesarkan dalam tradisi Ortodoks Timur dalam lingkungan Gereja Ortodoks Yunani.

Dalam buku-bukunya, Hinn menyatakan bahwa ayahnya adalah walikota Jaffa pada saat kelahirannya. Tak lama setelah Perang Arab-Israel tahun 1967, keluarga Hinn kemudian beremigrasi ke Toronto, Ontario, Kanada. Di lingkungan yang baru ini, kepercayaan Hinn beralih dari Ortodoks ke aliran Pentakosta.

Peristiwa menarik yang dicatat pada bulan Desember 1973, Hinn menyewa sebuah bis dan melakukan perjalanan dari Toronto ke Pittsburgh untuk menghadiri suatu pelayanan mujizat dari Kathryn Kuhlman. Dia sendiri tidak pernah bertemu langsung secara pribadi dengan Kuhlman, tapi ia hanya mengikuti pelayanan penyembuhan yang dilakukan Kuhlman. Ia mengagumi Kuhlman dan kerap menyebut Kuhlman sebagai orang yang berpengaruh dalam kehidupannya.

Berikutnya, Hinn kemudian pindah ke Amerika Serikat, di Orlando, Florida, di mana ia mendirikanOrlando Christian Center di tahun 1983. Di sinilah, Hinn mulai menyatakan bahwa Tuhan sedang menggunakan dirinya sebagai saluran untuk pelayanan penyembuhan ilahi, dan mulai memegang pelayanan ini di gerejanya.

Kebaktian "Miracle Crusade" lalu mulai diadakan di stadion dan auditorium besar di seluruh Amerika Serikat dan dunia, juga tayangan televisi nasional yang diadakan di Flint, Michigan, pada tahun 1989.

Pada awal 1990-an, Hinn meluncurkan acara talk show yang dinamakan "This Is Your Day", yang ditayangkan perdana di Trinity Broadcasting Network (TBN). Pelayanan Hinn berkembang pesat dari sana, yang kemudian mendapatkkan pujian serta kritik dari para pemimpin Kristen lain.

Pada tahun 1999, ia mengundurkan diri sebagai pendeta Orlando Christian Center, lalu memindahkan kantor pusat pelayanannya ke Grapevine, Texas. Program "This Is Your Day" dipancarkan dari sebuah studio televisi di Orange County, California, di mana ia kini tinggal bersama keluarganya. Hinn menikah dengan Suzanne Harthern pada tanggal 4 Agustus 1979 dan dikaruniai empat orang anak.

Kini Benny Hinn dikenal sebagai seorang penginjil pelayanan kesembuhan dan pengajar Alkitab yang luar biasa. Dia juga menulis sejumlah buku-buku Kristen inspirasional yang laris. Program TV "This Is Your Day" yang berdurasi 30 menit menjadi program yang paling banyak disaksikan di berbagai jaringan televisi Kristen seperti TBN, Daystar Television Network, Revelation TV, Grace TV, Vision TV, INSP Networks, dan The God Channel.

Melalui Kebaktian "Miracle Crusade" yang digelar di stadion di kota-kota besar di seluruh dunia, diperkirakan puluhan juta orang yang menghadiri setiap tahunnya. Diperkirakan bahwa Benny Hinn telah berbicara kepada satu milyar orang, termasuk kebaktian di India yang dihadiri 7,3 juta orang dalam tiga kali pelayanan, rekor tertinggi dalam sejarah pelayanan penyembuhan.

Benny Hinn Ministries juga mendukung 60 organisasi misi di seluruh dunia dan beberapa panti asuhan di berbagai negara. Membangun perumahan dan memberi makan lebih dari 100.000 anak per tahun dan juga mendukung 45.000 anak-anak setiap hari, termasuk sebuah Rumah Sakit di Kalkuta, India. Ada 200.000 pasien di rumah sakit yang diberikan perawatan medis gratis setiap tahunnya dan masih banyak lagi. Ketika terjadi bencana tsunami tahun 2005, Benny Hinn Ministries juga turut menyumbangkan $250.000 dan $100.000 untuk korban Badai Katrina.

Kritik dan Kontroversi
Hal yang paling kontroversial dalam pelayanan Benny Hinn adalah klaim memiliki urapan khusus yang diberikan oleh Allah kepadanya untuk menyembuhkan orang sakit. Pada kebaktian-kebaktian yang diadakannya, disebutkan telah terjadi kesembuhan dari kebutaan, tuli, kanker, AIDS, dan luka fisik. Namun, laporan berita investigasi oleh program-program seperti Inside Edition, Dateline NBC, disebut bahwa klaim-klaim ini masih dipertanyakan.

Hinn pernah membuat sejumlah nubuat, seperti Allah menghancurkan masyarakat homoseksual Amerika pada tahun 1995, kematian Fidel Castro, pemilihan presiden perempuan pertama AS, Daerah East Coast, AS akan hancur oleh gempa bumi, dan sebagainya, semua akan terjadi sebelum milenium ketiga.

Pada Oktober 1999, Hinn tampil di TBN dan mengatakan bahwa Allah telah memberinya sebuah visi bahwa ribuan orang mati akan dibangkitkan setelah menonton progamnya—pemirsa yang memiliki orang yang dikasihi tapi telah meninggal lalu diminta menaruh tangannya di layar TV agar terhubung ke studio—dan TBN akan menjadi "perpanjangan Sorga ke Bumi."

Pada bulan April 2001 HBO menayangkan sebuah film dokumenter berjudul "A Question of Miracles" pada Hinn dan hamba Tuhan lain Reinhard Bonnke. Sang sutradara, Antonius Thomas mengatakan kepada CNN bahwa mereka tidak menemukan kasus di mana orang yang telah disembuhkan oleh Hinn. Thomas mengatakan kepada New York Times tentang klaim Hinn, "Jika saya telah melihat mujizat-mujizat, saya akan dengan senang hati menggembar-gemborkan itu... tapi dalam retrospeksi, saya pikir mereka berbuat lebih banyak kerusakan kekristenan daripada ateis yang paling berkomitmen."

Pada bulan Maret 2005, "Ministry Watch", sebuah organisasi independen yang mengawasi pelayanan Kristen untuk transparansi dan efisiensi keuangan mengeluarkan pernyataan bahwa, pengeluaran yang dilaporkan mengungkapkan bahwa Benny Hinn Ministries memiliki lebih banyak uang daripada yang dibutuhan untuk pelayanan. Untuk itu disarankan untuk mempertimbangkan dan banyak berdoa jika berniat untuk memberi bagi Benny Hinn sambil berdoa pula untuk pemulihan dan pertobatannya.

Pada November 2006, CBC Television menayangkan program khusus berjudul "Do You Believe in Miracles" yang menunjukkan penyelewengan yang dilakukan dalam pelayanan Benny Hinn. Dengan bantuan kamera tersembunyi dan para saksi "Miracle Crusade", tayangan ini mencoba menunjukkan penyalahgunaan dana oleh Benny Hinn, pemalsuannya tentang kebenaran, dan bagaimana cara para staf Benny Hinn memilih audiens yang datang ke panggung pada acara penyembuhan di televisi. (wikipedia)

(dari terangdunia.com)

ISTRI BENNY HINN MENGAJUKAN CERAI


Suatu kabar mengejutkan datang dari pengkhotbah terkenal Benny Hinn. Setelah lebih dari 30 tahun perkawinannya yang membuahkan tiga anak perempuan dan seorang putra, kini Benny Hinn diperhadapkan pada pengadilan perceraian.

Benny Hinn Ministries pada hari Kamis membenarkan bahwa istrinya, Suzanne Hinn, mengajukan permohonan perceraian di Orange County Superior Court pada tanggal 1 Februari 2010. Meskipun pasangan tersebut telah terpisah sejak akhir Januari, menurut dokumen pengadilan, organisasi mengeluarkan pernyataan yang menunjukkan keterkejutan mereka.

"Pastor Benny Hinn dan keluarganya begitu terkejut dan sedih mengetahui berita ini tanpa ada pemberitahuan sebelumnya," kata Don Price, penasihat senior Benny Hinn Ministries. "Pasangan itu telah menikah selama lebih dari 30 tahun. Meskipun Pastor Hinn telah berusaha bagi pemulihan hubungan mereka, upaya tersebut rupanya gagal dan berakhir pada permohonan perceraian yang diajukan tanpa pemberitahuan."

Selama bertahun-tahun, Hinn telah mendapat pengawasan dari media dan juga baru-baru ini dari pemerintah berkaitan dengan penyembuhan ajaib yang ia lakukan serta gaya hidup mewah yang ia tunjukkan. Hinn melakukan perjalanan ke kota-kota di seluruh dunia melakukan pelayanan kesembuhan. Laporan dari setiap peristiwa menunjukkan bahwa ada lusinan mujizat kesembuhan dari penyakit fisik, meskipun Hinn mengaku kepada ABC News baru-baru ini bahwa ia tidak melakukan verifikasi medis atas kesembuhan tersebut.

Siaran TV-nya di Trinity Broadcast Network dan jaringan TV lainnya disaksikan oleh jutaan orang di seluruh dunia hampir setiap hari. Ia berkeliling dunia dengan pesawat pribadinya, yang diberi nama 'Dove One' untuk memimpin kebaktian kebangunan rohani yang disertai mujizat kesembuhan.

Benny Hinn juga sering mendapat kritikan dari sesama orang Kristen dan kelompok-kelompok tertentu yang menyebutnya menyebarkan ajaran palsu dan menuduh dia mengumpulkan uang hanya untuk memperkaya diri sendiri.

Saat ini, Hinn adalah salah satu dari enam televangelis yang sedang diselidiki oleh Senator Charles Grassley dari negara bagian Iowa mengenai kepatuhannya memenuhi peraturan IRS (Internal Revenue Service) tentang keuangan organisasi nirlaba.

(dari terangdunia.com)

08 Mei 2009

FLU BABI


WHO Tidak Gunakan Istilah "Flu Babi"

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Kamis, mengumumkan badan dunia itu takkan lagi menggunakan istilah "flu babi" (swine flu) dalam merujuk wabah saat ini, dan memilih untuk menyebut virus influensa baru tersebut sebagai "influensa A (H1N1)".

"Mulai hari ini (30 April), WHO akan menyebut virus influensa baru tersebut sebagai influensa A (H1N1)," kata lembaga PBB itu dalam pemberitahuan singkat yang disiarkan oleh jaringan internetnya, demikian dikutip dari Xinhua-OANA.

WHO telah berulang-ulang menegaskan bahwa orang tak dapat terinfeksi oleh virus baru ini melalui konsumsi daging babi yang dimasak dengan baik atau terpajan pada babi.

"Bahkan sekalipun virus tersebut berasal dari babi, kami tak percaya bahwa orang akan terinfeksi oleh babi," kata Asisten Direktur Jenderal WHO, Keiji Fukuda, yang bertugas pada lingkungan hidup dan keamanan kesehatan. 

"Ini benar-benar merupakan virus yang menular dari manusia ke manusia. Oleh karena itu, kami kira dengan tindakan penanganan makanan, memakan daging babi tak menimbulkan bahaya buat manusia," kata Fukuda kepada wartawan.

Sebelumnya dari Washington diberitakan para pejabat AS menyampaikan argumentasi bagi perubahan nama flu babi.

Dalam suatu taklimat, Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Janet Napolitano dan Menteri Pertanian Tom Vilsack dengan berat hati berulang-kali menyebut flu itu sebagai "virus H1N1".

"Ini bukan penyakit yang ditularkan oleh makanan, tapi virus. Tidak tepat merujuknya sebagai flu babi karena sungguh bukan itu masalahnya," kata Vilsack.

Israel sudah lebih dulu menolak nama flu babi dan memilih menyebutnya "flu Meksiko". Hukum mengenai makanan dalam agama Yahudi melarang pemeluknya makan daging babi.

WHO, yang berpusat di Paris, juga diberitakan sudah menyampaikan keberatan dengan nama tersebut, dan mengatakan virus itu berisi unsur virus unggas dan manusia dan sejauh ini "tak ada babi" yang ditemukan menderita penyakit tersebut.

Selain itu, ada perasaan yang berkembang di sektor pertanian untuk menyebutnya virus Amerika Utara, meskipun ahli penyakit Anthony Fauci mengatakan dalam dengar pendapat di Senat bahwa rancangan "flu babi" mencerminkan protokol penamaan ilmiah.

Bagi produsen daging babi di AS, nama flu babi telah merugikan, sehingga para pejabat pemerintah mengambil sikap dengan menegaskan bahwa daging babi Amerika aman dimakan dan negara lain tak perlu melarang impor.

Harga daging babi, kedelai dan jagung telah anjlok dalam beberapa hari belakangan, "dan jika ini berlanjut, tentu saja ada potensi besar. Itu sebabnya mengapa penting untuk meluruskan ini", kata Vilsack.

Di "Centers for Disease Control and Prevention (CDC)" juga ada pembicaraan untuk melucuti kata "babi" dari nama flu babi, yang dikatakan penjabat Direktur CDC Richard Besser mengarah kepada "salah penafsiran bahwa orang dapat terserang penyakit tersebut dari babi".

"Itu tak menguntungkan bagi produsen daging babi. Itu tak membantu bagi orang yang makan daging babi. Itu tak membantu bagi orang yang bertanya-tanya bagaimana mereka dapat terinfeksi ini," kata Besser pada suatu taklimat.

(dikutip dari "antaranews    antara.co.id 01/05/09)

29 April 2009

FLU BABI


OFFICE INTERNATIONAL DES  EPIZOOTIES (OIE) : TAK ADA BUKTI KALAU VIRUS FLU BABI, BERASAL DARI HEWAN BABI

 

Flu Babi (swine flu) lagi mewabah di Amerika Latin dan sekitarnya. Di Meksiko di laporkan akibat terkena penyakit ini sebanyak 149 orang telah meninggal dunia dan diperkirakan yang telah terjangkit sekitar 1600 orang. Di Amerika Serikat dilaporkan telah terjadi 44 kasus di lima negara bagian. Virus ini juga dilaporkan telah menyebar ke Selandia Baru, Eropa dan Korea Selatan. Diperkirakan penyakit yang diakibatkan  Virus H1N1 ini sangat cepat penyebarannya dan sampai sejauh ini belum ditemukan obat penangkalnya serta sangat mematikan.  Virus H1N1 masuk dan berkembang biak ke dalam tubuh babi, dan daging babi dikomsumsi oleh manusia. Dunia pun resah, dan Indonesia sudah mulai melaksanakan antisipasi pencegahan penularan penyakit ini dengan memasang alat pen deteksi di setiap Bandara Internasional dan Pelabuhan laut. Bahkan menurut berita yang dilansir situs detiknews.com pada tanggal 24 April 2009, pemerintah RI sedang mempertimbangkan untuk mengeluarkan “Travel Warning” bagi warga Indonesia yang bepergian ke luar negeri.

 

Tetapi Kantor Berita Perancis, AFP pada hari Selasa tanggal 28 April 2009 melansir pernyataan Organisasi Kesehatan Hewan Se-Dunia/World Organization For Animal Health (OIE), bahwa Istilah “Swine Flu”  atau Flu Babi merujuk kepada wabah flu mematikan yang tengah melanda dunia itu adalah keliru. Sebab virus baru ini merupakan gabungan dari virus burung, manusia dan babi.


Ditegaskan OIE (Office International des Epizooties) pula bahwa pathogen ini bukan virus manusia klasik namun virus yang mencakup karakteristik komponen virus avian (burung), babi dan manusia. Virus tersebut hingga kini tidak terisolasi pada hewan. Karena itu, tidak benar menamakan penyakit ini “influenza babi”,
 demikian pernyataan badan kesehatan hewan yang bermarkas di Paris, Perancis itu  Diimbuhkan OIE, ilmu sains nantinya akan menunjukkan apakah virus tersebut beredar di antara hewan ternak dan hasilnya akan menentukan apakah negara-negara telah bertindak benar dengan melarang impor babi. Ditandaskan OIE, epidemi flu manusia di masa lalu yang berasal dari hewan telah dinamai sesuai asal geografisnya, seperti flu Spanyol. "Adalah logis untuk menyebut penyakit ini 'influenza Amerika Utara," usul OIE. Dalam wawancara dengan AFP, Dirjen OIE Bernard Vallat menyatakan tak ada bukti kalau virus flu babi ini benar-benar berasal dari hewan babi. "Belum ada bukti kalau virus ini, yang saat ini beredar di antara manusia, benar-benar berasal dari hewan. Tak ada elemen untuk mendukung ini," tegas Vallat. Diimbuhkan Vallat, sangat tidak adil untuk menghukum para peternak babi yang menggantungkan hidupnya dari usaha tersebut, dengan membicarakan risiko yang belum terbukti sama sekali. Apalagi menurutnya, sejauh ini tak seorang pun bisa menunjukkan bagaimana atau di mana strain virus baru ini terbentuk.